“BERGAUL DAN MENGASIHI ANAK-ANAK”
by Pdt. Eddy SS
— No.: 07/02/XXVII/2026 | Minggu, 15 Februari 2026 | Bahan: Kolose 3:21 –—
Seorang penulis dan pemerhati keluarga, menulis artikel demikian: “Saya memperhatikan sebuah fenomena yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir yang tidak saya amati tiga puluh tahun yang lalu ketika saya mulai menulis dan berbicara tentang keluarga. Saya mendapati diri saya berbicara dengan semakin banyak pria dan wanita, terutama wanita di usia akhir tiga puluhan hingga pertengahan lima puluhan—yang dulunya adalah anak-anak, remaja, dan dewasa muda yang ideal dan patuh—yang sekarang sangat terlibat dalam terapi dan memiliki hubungan yang sangat bermasalah dengan orang tua mereka yang sudah lanjut usia. Saya mendengarkan cerita dari kedua generasi. Terkadang anak-anak dewasa paruh baya ini mengungkapkan frustrasi mereka terhadap orang tua mereka dengan cara yang setidaknya menunjukkan upaya untuk memahami mereka. Lebih sering saya mendengar pernyataan kemarahan yang tak terkendali dan mengamati tindakan yang tampak seperti pemberontakan remaja yang tertunda selama dua puluh atau tiga puluh tahun. Dan saya mendengar kata-kata ratapan sedih dari orang tua, yang sekarang berusia enam puluhan, tujuh puluhan, dan bahkan delapan puluhan, yang berkisar dari yang penuh kerinduan, ‘Memang, kami membuat kesalahan, tetapi kami benar-benar mencoba melakukan yang terbaik,’ hingga protes marah, ‘Kami membesarkannya menjadi anak yang bahagia, memberinya setiap kesempatan.’ Bagaimana bisa dia sekarang begitu tidak tahu berterima kasih sampai menyerangku seperti ini?”
Bukankah ini masalah terbesar dalam menjaga hubungan baik dengan anak-anak dan tetap mengasihi mereka dalam prosesnya? Kita mencintai anak-anak kita, berapa pun usia dan keadaan hidup mereka. Kita menginginkan yang terbaik untuk mereka. Memberikan yang terbaik adalah salah satu masalah tersulit di dunia. Seringkali rencana terbaik kita malah berbalik menjadi bumerang. Apa yang lebih menyakitkan daripada ketika anak-anak, berapa pun usianya, melampiaskan kebencian, kemarahan, dan pemberontakan terhadap orang tua mereka?
Saya percaya bahwa Anda dan saya dapat bergaul dengan anak-anak kita dan tetap mencintai mereka dalam prosesnya. Paulus menulis kepada orang-orang Kristen di Kolose. Kolose 3:21 berkata demikian: “Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.” Amin.
Oleh: Pdt. Eddy SS
Recommended Posts
“KELUARGA YANG PEDULI; TENTANG YANG HILANG”
February 07, 2026
“MENGAPA PEKERJAAN HARUS MENJADI PRIORITAS KEEMPAT”
January 31, 2026
“APA YANG DAPAT YESUS KRISTUS LAKUKAN UNTUK KELUARGA”
January 24, 2026

