“KEPEDIHAN YANG MENUNTUN PADA PERTOBATAN”
by Pdt. Eddy SS
— No.: 11/03/XXVII/2026 | Minggu, 15 Maret 2026 | Bahan: Lukas 23:27-28 —
Penyaliban adalah hukuman berat yang diberikan kepada penjahat kelas berat. Yesus dijatuhi hukuman salib, hukuman yang sangat berat meskipun Dia tidak melakukan kesalahan. Dengan kasih-Nya, Yesus rela menjalani hukuman tersebut.
Dalam perjalanan menuju tempat penyaliban itu, Alkitab mencatat: “Sejumlah besar orang mengikuti Dia; diantaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Yesus.” Mari kita perhatikan, banyak yang mengikuti Yesus adalah perempuan. Perhatikan pada ayat dua puluh enam (Lukas 23:26) dikatakan bahwa mereka “memaksa” Simon dari Kirene untuk memikul salib Yesus. Sangat mungkin bahwa yang mengikuti Yesus adalah perempuan sehingga tidak mungkin mereka dipaksa memikul salib Yesus dan bila ada laki-laki yang mengikut Yesus, sangat mungkin bahwa laki-laki itu diragukan kemampuan fisiknya untuk memikul salib Yesus. Benar kata firman Tuhan, banyak yang mengikuti Yesus adalah perempuan.
Para perempuan pemberani dan berani mengungkapkan emosinya dengan mengikuti Yesus di perjalanan menuju tempat penyaliban. Siapakah mereka? Bisa jadi mereka adalah perempuan-perempuan yang telah diberkati dan diselamatkan jiwanya melalui pelayanan Yesus sehingga mereka melayani Yesus dengan harta benda mereka (Lukas 8:2-3). Sekarang, di saat mereka tidak dapat menunjukkan kemurahan hatinya, mereka menunjukkan simpati mereka kepada Yesus. Mereka menangisi-Nya karena kepedihan yang ada dalam diri dan hati para perempuan tersebut. Yesus yang adalah segalanya bagi hidup mereka, dalam waktu tidak lama lagi akan meninggalkan mereka selama-lamanya. Kepedihan yang mendalam.
Yesus merespons dengan berkata: “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!” Cukup aneh mendengar respons dari Yesus.
Dalam banyak hal, sungguh menyenangkan melihat orang-orang yang yang tergerak belas kasihan oleh kisah penderitaan Sang Penebus. Ketika seseorang telah menggambarkan salib Kristus, dan semua kepedihan yang Dia derita di sana dan kita juga menganggapnya sebagai hal yang tepat bahwa hati tersentuh, dan air mata mengalir, tetapi ada sesuatu yang seharusnya lebih ditangisi daripada ini. Ada dukacita yang lebih dalam dari ini, itu adalah dosa. Itu adalah dosa yang menyebabkan putri-putri Yerusalem menangis, dosa yang akan menghancurkan mereka. Saat ini Kristus sepertinya ingin menyampaikan kepada kita bahwa dosa lebih patut ditangisi daripada kematian-Nya sekalipun. Amin.
Oleh: Pdt. Eddy SS
Recommended Posts
“MENGENAL YESUS KRISTUS: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA”
March 07, 2026
“KESELAMATAN ADA DI SALIB”
February 28, 2026
“MENGENAL KARAKTER ALLAH”
February 23, 2026

