“PENGGENAPAN NUBUAT MESIAS”
— No.: 12/03/XXVII/2026 | Minggu, 22 Maret 2026 | Bahan: 1 Korintus 15:3-4 –—
1 Korintus 15 : 3 – 4 yang kita bahas hari ini merupakan salah satu pernyataan iman yang paling awal dalam kekristenan. Banyak penafsir Alkitab meyakini bahwa bagian ini adalah sebuah kredo atau pengakuan iman yang telah beredar luas di antara jemaat Kristen mula-mula sebelum surat ini ditulis. Di tengah berbagai ajaran dan pemikiran baru yang berkembang pada zaman itu, Paulus menegaskan bahwa ada satu berita yang paling penting untuk dipegang teguh oleh gereja, tentang sesuatu yang sangat mendasar dalam iman Kristen, bahwa ”Injil adalah pusat kehidupan orang percaya.”
Kekristenan bukanlah sekadar ajaran moral atau nasihat hidup yang baik, melainkan bagaimana Kristus mati bagi dosa-dosa kita, Ia dikuburkan, dan Ia dibangkitkan pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Inilah kabar baik yang menjadi dasar pengharapan bagi setiap orang percaya. Bahwa melalui karya Kristus, manusia yang berdosa menerima pengampunan, keselamatan, dan kehidupan yang kekal.
Paulus menggunakan kata Yunani prōtos yang berarti “yang paling utama” atau “yang paling penting”. Paulus ingin menekankan bahwa di antara semua pengajaran yang disampaikan kepada jemaat, Injil menempati posisi yang paling mendasar. Injil bukan sekadar salah satu topik dalam kekristenan, tetapi merupakan inti dari seluruh iman Kristen. Dengan demikian, gereja di sepanjang sejarah dipanggil untuk terus kembali kepada Injil. Sebab tanpa Injil, kehidupan gereja dapat dengan mudah bergeser kepada hal-hal lain yang sebenarnya bukan inti iman, seperti hanya berfokus pada keberhasilan hidup, kesejahteraan materi, atau sekadar nasihat moral. Walaupun hal-hal tersebut dapat memiliki tempatnya masing-masing, semuanya tidak boleh menggantikan pusat iman Kristen, yaitu karya keselamatan Kristus.
Sebab itulah Paulus mengingatkan jemaat Tuhan untuk berpegang teguh pada Injil yang telah kita terima. Sebab injil bukan hanya berita yang didengar sekali saja, melainkan kebenaran yang harus terus diingat, dipercayai, dan dihidupi setiap hari. Ketika kita terus kembali kepada Injil yang sejati hari lepas hari, maka kesadaran akan karya penebusan Kristus seharusnya mendorong kita untuk hidup dalam rasa syukur dan ketaatan kepada Tuhan. Kita tidak lagi hidup bagi diri kita sendiri, tetapi bagi Dia yang telah mati dan bangkit bagi kita. Selain itu, kesadaran akan kebangkitan Kristus juga memberikan pengharapan bagi kehidupan kita. Di tengah berbagai kesulitan, penderitaan, dan bahkan realitas kematian, orang percaya memiliki pengharapan yang kokoh. Karena Kristus telah bangkit, sengat maut pun telah dimusnahkan. Kiranya Injil ini tidak hanya kita dengar, tetapi juga kita pegang teguh dan hidupi setiap hari dalam perjalanan iman kita bersama Tuhan.
Oleh: Pdm. Nicholas Evan Setiawan
Recommended Posts
“KEPEDIHAN YANG MENUNTUN PADA PERTOBATAN”
March 14, 2026
“MENGENAL YESUS KRISTUS: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA”
March 07, 2026
“KESELAMATAN ADA DI SALIB”
February 28, 2026

