“HIDUP BARU DALAM KRISTUS (Tidak Ada Lagi Penghukuman)”

— No.: 41/10/XXVII/2026 | Minggu, 11 Oktober 2026| Bahan: Roma 8:1-17 (TB2) —

 Mungkin ada di antara kita yang membayangkan hidup baru sebagai proyek perbaikan diri. Kita menyusun daftar kebiasaan buruk yang harus dihentikan, lalu berjanji untuk mulai menghentikannya minggu depan. Paulus membuka Roma 8 dengan kabar yang berbeda: “Oleh sebab itu, sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” (ayat. 1).

Perhatikan kata “sekarang”. Pada pasal sebelumnya, Paulus baru saja menulis tentang pergumulan batin yang menguras tenaganya. Ia tahu apa yang baik, tetapi tidak sanggup melakukannya. Di pasal 8, Paulus tidak menjawab pergumulan itu dengan menasihati kita untuk berupaya lebih keras. Ia mengumumkan bahwa Allah sudah bertindak. Allah mengutus Anak-Nya ke dunia yang rapuh ini dan menanggung vonis dosa di dalam diri-Nya. Vonis itu sudah dijatuhkan dan perkaranya sudah selesai.

Hidup baru dimulai ketika kuasa yang memerintah kita berganti. Dulu dosa dan maut yang berkuasa atas kita. Sekarang yang berkuasa adalah Roh yang memberi hidup. Dan Paulus berkata, “Roh Allah tinggal di dalam kamu” (ayat 9). Kata “kamu” di sini berbentuk jamak. Roh itu tinggal di tengah jemaat, di antara kita yang berbeda usia dan latar belakang, dan memberi hidup bagi tubuh kita yang fana, mulai hari ini.

Karena itu, hidup baru terlihat pada arah hati yang berubah. Paulus menyebutnya haluan pikiran. Haluan yang satu membuat kita menjalani hari seolah-olah Allah tidak perlu diingat. Ujungnya maut. Haluan yang lain menghadapkan seluruh hidup kepada Allah dan membiarkannya dibentuk oleh hubungan itu. Ujungnya adalah hidup dan damai sejahtera, kata Paulus (ayat 6).

Hubungan itu adalah hubungan anak dengan Bapanya. Kita tidak lagi hamba yang takut kepada tuannya. Oleh Roh kita berseru, “Ya Abba, ya Bapa!” (ayat 15). Seruan itu adalah doa Yesus sendiri, dan kita diajak untuk ikut berdoa dalam seruan tersebut. Karena kita memanggil Bapa yang sama, kita bersaudara satu sama lain dan menjadi ahli waris bersama Kristus. Namun, dengan jujur, Paulus juga mengatakan bahwa warisan itu datang bersama penderitaan. Kita menempuh jalan yang sama dengan Kristus dan akan dimuliakan bersama-Nya.

Pertanyaan untuk kita renungkan: bagian hidup mana yang masih kita jalani seolah-olah vonis itu belum selesai?

Doa: Bapa, terima kasih karena tidak ada lagi penghukuman bagi kami di dalam Kristus. Penuhi kami dengan Roh-Mu, supaya kami hidup sebagai anak-anak-Mu dan saudara bagi sesama. Amin.

Oleh: Pdt. Florian Simatupang

share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *