“MEMBERITAKAN KABAR KESELAMATAN DARI ALLAH”
— No.: 50/12/XXVI/2025 | Minggu, 14 Desember 2025| Bahan: Yesaya 52:7-10 –—
Di zaman modern ini, kita sudah jarang menantikan seorang pembawa pesan. Semua berita datang lewat WhatsApp, email, atau media sosial lainnya. Namun ada satu hal yang tetap sama dari zaman ke zaman, yaitu “Nilai dari kabar itu sendiri.” Nilai sebuah kabar tidak tergantung pada siapa yang membawanya, tetapi pada apa isi kabarnya dan siapa pengirimnya. Dan dalam konteks itulah kita memahami keindahan Yesaya 52:7-10.
Pada zaman nabi Yesaya, umat Tuhan yang sedang berada di pembuangan Babel juga menantikan datangnya kepastian kabar tentang pembebasan bagi mereka. 70 tahun lamanya mereka berada dalam penindasan, penderitaan, kehilangan tanah, kehilangan identitas, dan merasa Allah jauh dari mereka. Dalam situasi seperti inilah, kehadiran sang pembawa kabar menjadi jawaban atas pengharapan serta kerinduan umat. Oleh karena itu, Nabi Yesaya menggambarkan kedatangannya menjadi peristiwa indah yang tak terlukiskan, yang memberikan kesejukan di tengah gersangnya kehidupan.
Namun demikian, sang pembawa berita hanyalah seorang perantara. Yang paling penting adalah siapa pengirim berita dan apa isi beritanya. Nabi Yesaya menggunakan kata “indah” pada bagian ini untuk menggambarkan kedatangan seorang pembawa berita. Bukan karena penampilan orang itu sendiri, melainkan karena apa yang dibawanya. Dalam konteks Yesaya 52, terlihat jelas bahwa sang pemilik berita itu adalah Allah sendiri, dan isi beritanya adalah mengena kedamaian, kebaikan, serta penghiburan bagi umat-Nya. Sebuah jaminan keselamatan dinyatakan oleh Sang Raja sendiri, bagi umat-Nya yang sedang mendamba (ayat 7). Dalam konteks masa kini, di tengah kehidupan yang penuh dengan tekanan; permasalahan; penindasan; ketidakadilan; pengabaian; kekerasan; dan berbagai permasalahan pelik lainnya, kabar mulia tentang Juruselamat yang telah lahir kembali bergema sebagai sebuah jaminan keselamatan dari Allah, sang Raja dan pemilik kehidupan itu sendiri. Natal mengingatkan kita bahwa Allah tidak membiarkan umat-Nya menderita!
Berita Natal menjadi kekuatan serta sukacita iman bagi seluruh dunia yang sedang merindukan kelepasan, kedamaian, ketenangan, dan kebahagiaan. Dan saat ini, kita pun diundang untuk menjadi para pembawa kabar baik itu. Membawa berita natal yang mewartakan damai sejahtera, sukacita, dan keselamatan bagi orang-orang di sekitar kita. Dan, sungguh! Itu adalah hal yang indah!
Oleh: Pdm. Nicholas Evan Setiawan
Recommended Posts
“BERGAUL DAN MENGASIHI ANAK-ANAK”
February 14, 2026
“KELUARGA YANG PEDULI; TENTANG YANG HILANG”
February 07, 2026
“MENGAPA PEKERJAAN HARUS MENJADI PRIORITAS KEEMPAT”
January 31, 2026

