“KELUARGA YANG BERBUAH; YANG TAKUT AKAN TUHAN”

— No.: 03/01/XXVII/2026 | Minggu, 18 Januari 2026 | Bahan: Mazmur 128:1-6

Keluarga yang berbahagia tentu menjadi dambaan semua orang. Kebahagiaan dan berkat dalam keluarga seringkali diidentikan dengan banyaknya harta, kestabilan ekonomi rumah tangga, prestasi anak-anak yang membanggakan, atau “kehangatan” foto-foto keluarga yang kita pampang di media sosial kita. Namun kita tahu, bahwa banyak keluarga terlihat “baik-baik saja” dari luar, tetapi di dalamnya begitu kelelahan, kesepian, dan bahkan penuh dengan luka yang tidak terucap. Oleh sebab itu, firman Tuhan hari ini tidak menjanjikan sebuah keluarga yang sempurna tanpa masalah. Tetapi memperlihatkan keluarga yang berbuah, karena mereka takut akan Tuhan.

Mazmur 128 ini dibuka dengan satu kata yang sangat kuat, yaitu “Berbahagialah!” atau “Diberkatilah!” Pemazmur ingin mengajak kita untuk memahami bagaimana kita bisa memiliki keluarga yang berbahagia. Dan sepanjang bagian ini, pemazmur menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan kebahagiaan dan berkat bagi keluarga kita, bukanlah dari harta atau keadaan yang ideal, melainkan dari sikap takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan merupakan sebuah rasa hormat dan ketaatan yang mendorong hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Dan sikap inilah yang menjadi fondasi iman yang kokoh bagi keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Pemazmur menyatakan bahwa keluarga yang takut akan Tuhan akan menikmati hasil jerih payahnya dengan rasa cukup dan syukur. Istri digambarkan seperti pohon anggur yang subur, dan anak-anak seperti tunas pohon zaitun; yang merupakan simbol kehidupan, sukacita, dan harapan bagi masa depan. Berkat Tuhan tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga mengalir lintas generasi dan membawa damai sejahtera (shalom) bagi komunitas.

Sebab inilah yang dijanjikan Tuhan dalam penutup Mazmur ini, bahwa “TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!” Mazmur ini mengingatkan kita bahwa, keluarga yang takut akan Tuhan mewariskan bukan hanya harta benda, tetapi nilai-nilai iman yang akan membentuk dan menuntun generasi berikut. Dan sebuah keluarga yang berbahagia bukanlah keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang tetap berjalan bersama Tuhan dalam setiap keadaan. Dalam terang Injil, Kristus adalah pokok anggur sejati. Dan hanya dengan tinggal di dalam Dialah saja, keluarga kita dapat sungguh-sungguh berbuah. Kiranya kita bersama-sama dengan keluarga, dapat terus menjalani setiap musim hidup kita dengan terus bertumbuh dalam takut akan Tuhan dan menjadi saluran berkat bagi sesama.

Oleh: Pdm. Nicholas Evan Setiawan

share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *