“APA YANG DAPAT YESUS KRISTUS LAKUKAN UNTUK KELUARGA”

— No.: 04/01/XXVII/2026 | Minggu, 25 Januari 2026 | Bahan: 1 Yohanes 1:8-10

Ketika permasalahan keluarga begitu rumit, apakah kita bisa meminta pertolongan dan mengakui bahwa benar Yesus Kristus melakukan sesuatu untuk keluarga kita sehingga kita dibebaskannya dari segala permasalahan? Mungkin yang kita lakukan sebagai orang percaya yang patuh kepada-Nya bisa jadi menambah kerumitan itu sendiri karena kita sukar untuk mengakui permasalahan yang ada di keluarga. Hal yang menyebabkan hal ini adalah karena di satu sisi kita percaya kita punya Tuhan yang mampu mengatasi segala persoalan namun di sisi yang lain kita mendapati kenyataan bahwa permasalahan keluarga bukan hanya tanpa perubahan baik tetapi makin memburuk. Kita terlalu sukar untuk mengakui permasalahan keluarga karena kita beranggapan punya Kristus yang luar biasa, jawaban atas segala persoalan.

Di saat seperti ini, terjadi kontradiksi iman. Yesus seharusnya mampu membebaskan permasalahan kita tetapi Dia tidak mau melakukannya. Celakanya, kita terus memohon kepada-Nya tanpa pernah berusaha untuk menyelesaikan permasalahan kita dengan pertolongan-Nya. Apa yang dapat Kristus lakukan buat keluarga kita?

Ingat, Yesus Kristus tidak menghilangkan masalah kita, bukan karena Dia tidak sanggup melakukannya. Yesus dapat membantu kita bagaimana mengatasi permasalahan dengan memberi kita kemampuan-Nya. Dia juga memberi kita pandangan yang bertanggung jawab tentang kehidupan keluarga dan kemampuan untuk mengakui kesalahan kita.

Apakah kita menerima apa yang Dia ingin kita lakukan untuk keluarga kita? Pada tingkat yang paling dalam, semua pembicaraan praktis tentang hubungan ini tidak akan berarti jika kita belum menghadapi kebutuhan kita sendiri akan pengampunan Kristus atas kegagalan kita untuk menjadi seperti yang Tuhan inginkan. 1 Yohanes 1:8-9 berbunyi: “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Tidak selalu mudah untuk mengakui kenyataan bahwa kita adalah orang berdosa dan membutuhkan pengampunan Tuhan. Ketika kita melakukannya, kita akan jauh lebih mampu hidup dengan diri kita sendiri dan orang lain yang telah Tuhan percayakan kepada kita, memohon pertolongan-Nya di luar kemampuan kita sendiri dan pandangan baru-Nya terhadap hubungan keluarga kita. Amin.

Oleh: Pdt. Eddy SS

share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *