“THE HOPE OF FUTURE BLISS” (Harapan Akan Kebahagiaan Masa Depan)”
by Pdt. Eddy SS
— No.: 14/04/XXVII/2026 | Minggu, 05 April 2026 | Bahan: Mazmur 17:15 –—
Mazmur pasal 17 ini Daud sedang berkeluh kesah kepada Tuhan akan keadaan dirinya yang diburu oleh para musuhnya, sementara ia mengerti bahwa ia tidak melakukan kesalahan. Daud bahkan terkesan terlalu berani dengan meminta Tuhan untuk memeriksa keadaan dirinya seperti yang ada di ayat 3: “Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.” Wow, ini luar biasa. Di satu sisi terlalu berani, tetapi di sisi yang lain, Daud membuktikan ketulusan dan kemurnian hatinya kepada Tuhan dalam menjalani hidupnya.
Kesulitan yang ditimbulkan oleh para musuhnya, tidaklah kecil, bahkan dapat dikatakan sangat membahayakan dirinya. Sedikit meleng, maka nyawa menjadi taruhannya. Daud sering khawatir akan dirinya. Dia sama sekali tidak tidak punya maksud jahat untuk memusnahkan pengejarnya tetapi musuhnya punya keinginan yang begitu kuat untuk membunuhnya. Ketika raja Saul, pengejarnya, dalam posisi mudah dikalahkan atau dibunuh oleh Daud, Daud tetap saja menolak membunuh Saul. Ia lebih taat kepada Tuhan dibanding dengan keinginan hati menjadi penguasa. Daud benar-benar mengandalkan Tuhan dan percaya akan kedaulatan Tuhan untuk hidupnya.
Mengapa Daud bisa demikian? Mari kita perhatikan ayat 15: “Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.” Dari ayat ini kita mendapati bahwa Daud berpegang pada kebenaran Tuhan. Tuhan tidak pernah salah atau keliru dalam menuntun jalan hidup manusia. Siapa yang patuh kepada-Nya, pasti Tuhan menyiapkan hal terbaik bagi orang tersebut. Daud terus memandang Tuhan, bukan kesulitan yang dihadapinya. Ketika ia memandangnya, maka sesungguhnya ada harapan akan kebahagiaan di masa depan. Inilah yang membuat Daud dapat terus melakukan hal-hal besar dan baik di dalam dirinya.
Hari ini kita memperingati kebangkitan Tuhan Yesus. Kebahagiaan dilalui melalui kesulitan yang dialami oleh Tuhan Yesus. Ia harus mati, tetapi Dia mampu bangkit dari kematian dan mengalahkannya.
Harapan akan kebahagiaan di masa depan juga harus ada di GKMI PENGHARAPAN. Merayakan ulang tahun ke-37 ini, tidak semua dilalui dengan mulus dan baik-baik saja. Ada waktu dimana kesukaran itu demikian nyata, tetapi harapan akan kebahagiaan itu menjadi kekuatan yang besar bagi GKMI PENGHARAPAN untuk terus MEMBAIK. Amin.
Oleh: Pdt. Eddy SS
Recommended Posts
“DARI KESURAMAN MENUJU KEPADA KEJAYAAN”
March 28, 2026
“PENGGENAPAN NUBUAT MESIAS”
March 21, 2026
“KEPEDIHAN YANG MENUNTUN PADA PERTOBATAN”
March 14, 2026

