“PEMISAH MANUSIA DAN ALLAH”
— No.: 34/08/XXVII/2026 | Minggu, 23 Agustus 2026| Bahan: 1 Yohanes 3:4; Yesaya 59:1- —
“Tuhan mengapa Engkau begitu jauh?” Pertanyaan ini seringkali muncul di benak kita ketika kita sudah rajin beribadah, berdoa, membaca Alkitab, bahkan melayani; tetapi hati terasa kosong dan doa seolah-olah tidak sampai kepada Tuhan. Namun firman Tuhan hari ini mengajak kita mengajukan pertanyaan yang lebih mendalam: “Apakah ada sesuatu dalam hidup saya yang menghalangi hubungan saya dengan Tuhan?”
Yesaya 59:1-4 yang menjadi perenungan kita minggu ini memberikan jawaban yang sangat jelas bagi kita, firman Tuhan berkata: “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu…” Yang menjadi akar permasalahannya bukan Tuhan tidak mampu menjangkau kita atau tidak mau mendengar kita. Melainkan karena adanya dosa yang menjadi pemisah antara manusia dan Allah. Dosa bukan sekadar kesalahan atau pelanggaran aturan. Dosa pada dasarnya adalah pemberontakan terhadap Allah-ketika manusia mengetahui kehendak Tuhan, tetapi memilih kehendaknya sendiri. Karena itu dosa memiliki dimensi relasional: kita bukan hanya melakukan sesuatu yang salah, tetapi sedang menolak otoritas dan kehendak Allah. Dosa juga tidak pernah berhenti di dalam hati. Yesaya 59:3 menggambarkan bagaimana dosa terlihat melalui “tangan”, “bibir”, dan “lidah”. Itu artinya, Itu artinya, dosa memengaruhi apa yang kita lakukan dan katakan. Kita dapat melukai orang lain melalui kemarahan, ketidakjujuran, gosip, fitnah, kepahitan, keserakahan, atau berbagai kompromi yang kita anggap kecil. Dosa yang merusak hubungan kita dengan Allah pada akhirnya juga merusak hubungan kita dengan sesama.
Yang lebih berbahaya, dosa sering kali membuat kita merasa baik-baik saja. Kita masih dapat bekerja, memiliki keluarga, datang ke gereja, bahkan aktif melayani, sementara hati kita perlahan menjauh dari Tuhan. Kita dapat mengetahui banyak hal tentang Allah tanpa sungguh-sungguh hidup dekat dengan-Nya. Karena itu kita perlu berani memeriksa hati: Apa dosa yang sedang saya toleransi? Apa yang sedang saya sembunyikan? Siapa yang sedang saya sakiti melalui dosa saya?
Dosa adalah pemisah manusia dan Allah, namun kabar baiknya firman Tuhan tidak berhenti di sana. 1 Yohanes 2:1 berkata bahwa ketika kita berdosa, “kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.” Kristus datang bukan karena manusia telah berhasil menjadi baik, tetapi karena manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Di kayu salib, Kristus menanggung hukuman dosa dan membuka jalan agar manusia yang berdosa dapat diperdamaikan kembali dengan Allah. Dosa membuat kita bersembunyi, tetapi Kristus memanggil kita pulang. Dosa berkata, “Jauhkan dirimu dari Allah,” tetapi Injil berkata, “Datanglah kepada Allah melalui Kristus.” Karena itu, ketika kita menyadari dosa, janganlah kita bersembunyi dari Tuhan. Justru datanglah kepada Kristus. Jangan berhenti pada rasa bersalah; akuilah dosa, bertobatlah, dan terimalah pengampunan-Nya.
Oleh: Pdm. Nicholas Evan Setiawan
Recommended Posts
“KEMERDEKAAN KRISTEN”
August 16, 2026
“DISELAMATKAN OLEH ANUGERAH”
August 09, 2026
“SEBAGAI TAWANAN ROH MENUJU YERUSALEM”
August 01, 2026

