“LIPAT GANDAKAN TALENTAMU”
by Pdt. Eddy SS
— No.: 44/11/XXVI/2025 | Minggu, 02 November 2025| Bahan: Matius 25:14-30 –—
Kedatangan Anak Manusia diungkapkan dengan perumpamaan tentang talenta. Tidak mudah dimengerti, sebab berita kedatangan Anak Manusia dikaitkan dengan berjaga-jaga. Kesiapan seseorang menjadi bagian yang sangat penting dalam menyambut kedatangan Anak Manusia. Uniknya adalah, berjaga-jaga di sini bukanlah suatu tindakan pasif, melainkan suatu tindakan aktif dan kewajiban menghasikan sesuatu dari talenta yang sudah dipercayakan kepada tiap-tiap orang.
Tuhan memberikan talenta kepada masing-masing orang. Dalam perumpaan ini disebutkan ada tiga hamba yang menerima satu, dua dan lima talenta. Hal yang diharapkan adalah setiap orang melipatgandakan talenta yang diterimanya. Harapan ini nampak jelas dengan pujian yang dilakukan oleh tuan dari hamba-hambanya ketika para hambanya berhasil melipatgandakan talentanya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (ayat 21, 23). Harapan tuan tersebut makin jelas ketika seorang yang dipercayakan satu talenta, kembali kepadanya dengan masih satu talenta, ia berkata: “Hai kamu, hamba yang jahat dan malas… Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (ayat 26, 30).
Hamba yang berhasil melipatgandakan talentanya dipuji dan dipercaya lebih banyak lagi. Sementara hamba yang tidak mengembangkan talentanya, diambil yang ada daripadanya dan dihukum. Terkesan perlakuan tuan terhadap hamba yang tidak mengembangkan talenta adalah kejam. Toh, ia tidak menghilangkan talenta itu. Talenta itu dikembalikan utuh, tidak berkurang sedikit pun. Ya, kesannya demikian, kejam. Namun justru dari sinilah kita mendapati kebenaran firman ini, yaitu setiap kita yang dipercayakan talenta (baca: kemampuan, bakat, keahlian, dll.) oleh Tuhan, tidak bisa tidak, harus melipatgandakan talenta tersebut. Tidak alasan apa pun untuk mendiamkan atau menyimpan talenta yang dipercayakan Tuhan, termasuk alasan yang kelihatannya masuk akal.
Tuhan tahu persis untuk apa kita diciptakan. Tuhan punya maksud dan tujuan bagi setiap kita dan itu dinyatakan melalui talenta yang dipercayakan kepada kita. Oleh sebab itu, talenta yang dipercayakan kepada kita harus dilipatgandakan. Amin.
Oleh: Pdt. Eddy SS
Recommended Posts
“MENGENAL YESUS KRISTUS: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA”
March 07, 2026
“KESELAMATAN ADA DI SALIB”
February 28, 2026
“MENGENAL KARAKTER ALLAH”
February 23, 2026

