“KEMENANGAN ATAU PENYESALAN”

— No.: 52/12/XXVI/2025 | Minggu, 28 Desember 2025| Bahan: 2 Timotius 4:7-8

Di umurnya yang ke-103 tahun, Pada tahun 2019, ada seorang nenek berusia 103 tahun, bernama Man Kaur yang berpartisipasi sebagai atlet wanita tertua dari India dalam World Masters Athletic Championship yang diadakan di Polandia. Yang luar biasa, Kaur berhasil mendapatkan medali emas di empat cabang olahraga. Namun, yang lebih mengejutkan lagi,  rekor berlari Kaur di tahun 2019 ini lebih cepat daripada saat dia mencetak rekor di kejuaraan tahun 2017. Sebagai seorang nenek yang masih aktif di usia lebih dari satu abad ini, Man Kaur menjadi sebuah teladan nyata tentang bagaimana seseorang yang mengakhiri pertandingan dengan baik.

Saat berada di dalam penjara menjelang akhir hidupnya, Rasul Paulus menulis kepada Timotius, tentang bagaimana ia memasuki tahun-tahun terakhirnya. Paulus berkata dengan penuh keyakinan iman: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4:7). Hidup orang percaya digambarkan oleh Paulus sebagai sebuah pertandingan iman. Bukan pertandingan untuk mencari pujian manusia, melainkan untuk setia pada panggilan Tuhan. Paulus tidak berkata bahwa hidupnya mudah, tetapi ia menyebutnya sebagai pertandingan yang baik. Dan keyakinannya itu bukan karena ia telah menghitung-hitung pencapaiannya yang mengagumkan atau melihat dampak hidupnya yang luar biasa. Sebaliknya, karena Paulus tahu bahwa ia “telah memelihara iman” (ayat 7), yang dijalaninya dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Kristus.

Menjelang akhir tahun ini, Rasul Paulus mengajak kita untuk berhenti dan melihat ke belakang sejenak. Sering kali kita memulai tahun dengan semangat, namun di tengah kesibukan dan berbagai tantangan hidup, iman dapat melemah dan kesaksian menjadi redup. Padahal setiap orang percaya, bukan hanya pendeta, majelis, atau aktivis gereja saja yang dipanggil untuk bersaksi melalui kehidupan yang berpadanan dengan Injil. Paulus mengingatkan bahwa iman tidak otomatis terpelihara; iman perlu dijaga dengan kesetiaan, meskipun waktunya tidak baik dan keadaan tidak mendukung. Namun pengharapan orang percaya tidak berhenti pada perjuangan. Paulus menutup kesaksiannya dengan janji Tuhan bahwa “telah tersedia bagiku mahkota kebenaran.” Mahkota ini bukan hanya bagi Paulus atau segelintir orang saja, melainkan bagi “semua orang yang merindukan kedatangan (Kristus)” (ayat 8).

Saat kita menutup tahun ini, marilah kita bertanya dengan jujur: apakah kita melangkah menuju kemenangan seperti yang dialami oleh nenek Kaur dan Paulus dalam hidupnya? atau masihkah kita menyimpan penyesalan yang perlu diserahkan kepada Tuhan? Kiranya kita menutup tahun ini dengan pertandingan yang baik dan terus mengingat bahwa Yesus rindu memahkotai semua orang yang mengasihi-Nya.

Oleh: Pdm. Nicholas Evan Setiawan

share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *