“MENGENAL YESUS KRISTUS: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA”

— No.: 10/03/XXVII/2026 | Minggu, 08 Maret 2026 | Bahan: Yohanes 1:14, 18 —

Rasul Yohanes menulis Kitab Injil-nya bukan sekadar untuk menceritakan kehidupan Yesus. Lebih jauh, ia ingin menyingkapkan siapa Yesus sebenarnya. Dunia mengenal banyak tokoh besar, seperti guru-guru bijak dan para nabi. Tetapi hanya satu Pribadi yang merupakan inkarnasi Sang Firman. Yesus Kristus, Dialah Firman yang menjadi manusia.

Dunia juga mungkin berusaha menyingkirkan Yesus dari pusat kehidupan manusia, dengan menjadikannya sekadar tokoh sejarah. Namun berdasarkan nas firman Allah ini, kita menandaskan bahwa: Yesus Kristus adalah Firman yang telah menjadi manusia. Ia seutuhnya Allah, namun juga seutuhnya manusia, dan satu-satunya jalan keselamatan. Maka, mengenal Dia adalah sesuatu yang menentukan keselamatan. Sebab di luar pengenalan akan Dia, tidak ada pengenalan yang benar akan Allah, dan tidak ada hidup yang kekal.

Yohanes 1:14 dan 1:18 membawa kita masuk ke dalam inti Iman Kristen: Bahwa Yesus Kristus adalah Firman, yang sepenuhnya ilahi, yang menjadi manusia sepenuhnya. Yesus bukan manusia yang diangkat menjadi Allah, melainkan Allah yang turun menjadi manusia. Inkarnasi ini adalah puncak kasih dan misteri terbesar dalam Sejarah Keselamatan. Dia Yang kekal masuk ke dalam waktu yang terbatas, yang tidak kelihatan menjadi kelihatan, Yang Mahakudus tinggal di antara manusia berdosa. Karena itu, mengenal jati diri Yesus Kristus bukan sekadar memahami doktrin, tetapi memahami dasar iman dan keselamatan kita.

Sebagai murid Yesus, dengan keberanian percaya kita, maka kita harus mengikut Dia, menaati perintah-perintah-Nya, bersaksi tentang Dia dan tetap tabah dan setia menghadapi kebencian bahkan penganiayaan “dunia” terhadap kita karena iman kepada Yesus Kristus.

Mari baktikan segenap hidup kita kepada-Nya Sebagaimana terungkap dalam syair-syair kidung “Hidup Bagi Yesus” (PPR I No. 77) yang intinya; Hidup bagi Yesus, hidup benar tinggalkan keduniaan yang cemar, Serahkan segalanya dengan ikhlas. Inilah jalan yang memberi berkat.  Tuhan Yesus memberkati.

Oleh: Pdt. Eddy Sulopo

(Disadur dari Sulam Sinode GKMI)

share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *