“HIDUP DIPIMPIN ROH”
by Pdt. Eddy SS
— No.: 43/10/XXVII/2026 | Minggu, 25 Oktober 2026| Bahan: Galatia 5:16-26; Yohanes 15:5 —
Akan terasa aneh apabila ranting pohon anggur bersikeras memisahkan diri dari pokok anggurnya untuk menunjukkan kemampuannya bahwa ranting pohon tersebut dapat bertumbuh dan berbuah di luar kemelekatannya pada pokok anggur. Jangankan untuk menghasilkan buah, untuk hidup saja sudah tidak mungkin. Hanya beberapa waktu setelah memisahkan diri, ranting itu akan mati dan menuju kebinasaan. Ini adalah gambaran orang percaya yang mencoba untuk hidup di luar Kristus. Dia tidak perlu Kristus, yang dia perlukan hanyalah ritual keselamatan tanpa Kristus. Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Jelas bahwa orang percaya harus tinggal di dalam Dia.
Ada jemaat-jemaat di Galatia yang berpikir seperti ranting yang mencoba memisahkan diri dari Kristus. Mereka pikir bisa mendapat keselamatan dengan menjalankan sunat dan mematuhi aturan-aturan dari hukum Taurat. Mereka sendirilah “tuhan” yang dapat menentukan hak keselamatan, tidak perlu tindakan Tuhan dan tanpa keterlibatan Tuhan dalam hidup mereka sehari-hari. Manusia adalah makhluk berdosa, upaya yang dilakukannya tidak bisa lepas dari keberdosaannya. Sehingga upaya untuk menguduskan diri bisa menjadi sia-sia tanpa keterlibatan dan tuntunan Tuhan tiap-tiap waktu. Oleh sebab itu Paulus berkata: “Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging” (Galatia 5:16).
Kata “hiduplah” artinya: berjalan, melangkah terus menerus setiap hari. Hidup dipimpin Roh dapat diartikan bahwa sebagai orang percaya, kita harus senantiasa dan secara konsisten berjalan dan melangkah bersama dan di dalam Roh tiap-tiap hari/waktu. Tidak boleh orang percaya meninggalkan Roh, atau memohon penyertaan dan pimpinan-Nya pada waktu memerlukannya saja. Tidak bisa seperti itu.
“Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan –” (Galatia 5:17). Hal ini mengingatkan kita untuk memahami betapa pentingnya dipimpin Roh, bukan oleh kita sendiri. Paulus dengan tegas memperingatkan: “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya” (Galatia 5:24). Hidup dipimpin Roh diteladankan oleh Kristus yang taat kepada Bapa yang memilih jalan salib. Amin.
Oleh: Pdt. Eddy SS
Recommended Posts
“BEBAS DARI KUASA DOSA”
October 17, 2026
“HIDUP BARU DALAM KRISTUS (Tidak Ada Lagi Penghukuman)”
October 10, 2026
“DILAHIRKAN KEMBALI”
October 03, 2026

