“EX FAMILIA VERITAS” (Dari Keluarga Muncul Kebenaran)

—- No.: 27/7/XXII/2021 | Minggu, 4 Juli 2021 | Markus 6:6b-13 —

 Keluarga Kristen, pertama-tama bukan sekedar manifestasi dari hukum alam. Jika Allah yang berinisiatif membentuk lembaga pernikahan adalah Allah yang sama yang mempunyai rencana keselamatan di dalam Kristus Yesus, maka tujuan terbentuknya keluarga tidak dapat dilepaskan dari natur keselamatan Allah tersebut. Dengan kita mengakui bahwa keluarga ada karena inisiatif Allah, Allah mempunyai tujuan kekal atas keluarga dan rencana kekal Allah itu hanya dapat dipahami jikalau keluarga ditempatkan di dalam konteks keselamatan Allah di dalam Kristus.

Keluarga yang diinisiasi Allah itu dipelihara Allah dalam pengajaran yang dipimpin Roh Kudus untuk menjadi keluarga yang bersedia mempertanggungjawabkan kehidupan keluarga kepada Allah. Semua perkataan, perilaku, cara hidup, keputusan-keputusan yang diambil dalam setiap aspek hidup berkeluarga akan menjadi unik karena kepercayaan kepada karya Kristus. Oleh karena setiap keluarga Kristen harus menjadi alat Allah di dalam menegakkan dan mewartakan kebenaran. Bagaimana menjadi keluarga yang dapat menegakkan dan mewartakan kebenaran Allah? Pertama, kesadaran bahwa Allah adalah Pemimpin yang memberikan kuasa kepada setiap keluarga untuk dapat mengerjakan panggilan pelayanannya di dalam dunia. Dengan kuasa Allah itu, mereka hidup dan melayani dalam kekuatan dan terang kebenaran firman-Nya, bukan dalam selera dan kemauannya sendiri.

Kedua, kesadaran bahwa kasih Allah hadir di dalam setiap keluarga, menyertai dan menolong mereka menjalani proses demi proses dalam kehidupan berkeluarga. Perjumpaan dengan Allah yang penuh kasih akan membuat setiap anggota keluarga mempunyai kerinduan untuk membangun keluarga berdasarkan kebenaran-kebenaran yang Allah ajarkan di dalam Kitab Suci.

Ketiga, kesadaran bahwa setiap keluarga diutus untuk mengerjakan perbuatan baik yang telah Allah sediakan bagi mereka untuk dikerjakan. Dengan keluarga yang diutus, diharapkan kebenaran ditegakkan, keadilan dinyatakan, kasih diwujudkan, perdamaian direalisasikan dan keutuhan ciptaan diejawantahkan dalam berbagai perilaku sehari-hari. Amin.

Disadur dari Rancangan Khotbah Bulan Keluarga tahun 2021 Sinode GKMI

Oleh: Pdt. Eddy S.S.

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *