“KETIKA KEJAHATAN MEMENUHI BUMI”

— No.: 36/09/XXVII/2026 | Minggu, 06 September 2026| Bahan: Kejadian 6:1-8 —

Betapa gelapnya gambaran bumi yang diberikan kepada kita dalam kitab Kejadian 6 : 1 – 8 akibat dosa. Ciptaan yang sangat baik telah menjadi sangat buruk. Apa yang dimulai sebagai satu tindakan ketidaktaatan di taman Eden telah menyebabkan bumi penuh dengan kejahatan bahkan disebut “bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (ayat 5). Makin bertambah hari, dosa makin bertambah parah.

Dosa Adam, seperti rumput liar di taman, telah menyebar ke mana-mana. Tidak ada satu orang pun yang tidak terinfeksi dosa, sehingga setiap pikiran dalam benak manusia dan setiap keinginan dalam hati mereka hanya dan selalu jahat. Dosa seperti racun yang mematikan. Hanya perlu sedikit tetes racun untuk menjadikan segelas air yang baik menjadi racun berbahaya. Begitu pula dosa tidak mempengaruhi sebagian dari kita, tetapi seluruh diri kita. Pikiran kita, hati kita dan keinginan kita, semuanya sudah terinfeksi oleh dosa. Boleh dikatakan bahwa secara alami, semua yang kita hasilkan dari pikiran, keinginan, dan lakukan sudah tercemar oleh dosa.

Alkitab mengajarkan bahwa dosa telah memperbudak kita (Roma 6:19). Kita telah dikurung dalam sel penjaranya. Kita tidak dapat terbebas dari dosa. Namun alasan kita tidak dapat terbebas sebenarnya karena kita tidak menginginkan kebebasan atas dosa. Kita membenci Tuhan dan mencintai dosa. Karena kebencian kita terhadap Tuhan, kita tidak mampu menaati-Nya (Roma 8 : 7 – 8). Karena kita mencintai kegelapan, kita menolak untuk datang kepada terang (Yohanes 3 : 19).

Di tengah keburukan manusia di bumi yang berbuat dosa, perikop ini ditulis singkat dengan jelas tentang hal yang baik. “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN” (ayat 8). Seperti angin segar di tengah belantara yang tandus dan panas. Nuh hidup tidak seperti orang-orang di bumi. Kasih karunia dari Tuhan yang memampukannya untuk hidup berbeda dari manusia yang ada di bumi. Sudah tentu ini tidak mudah bagi Nuh dan keluarga yang hidup “melawan arus.”

Kita membutuhkan Tuhan untuk membebaskan kita dari dosa, mengubah pikiran kita, dan mengubah hati kita. Kita membutuhkan Roh Kudus untuk memberi kita hidup baru di dalam Yesus Kristus. Kita membutuhkan Tuhan yang menunjukkan kasih karunia-Nya kepada kita seperti yang Dia lakukan kepada Nuh. Tanpa kasih karunia Tuhan, kita akan binasa dalam dosa kita seperti yang terjadi pada dunia pada zaman Nuh. Amin.

Oleh: Pdt. Eddy SS

 

share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *