“KARYA PENDAMAIAN ALLAH”
— No.: 38/09/XXVII/2026 | Minggu, 20 September 2026| Bahan: Efesus 2:11-22 —
Ketika “Kami dan Mereka” Menjadi “Kita”
Azas Kepercayaan GKMI Butir 7 | Efesus 2:11-22
Manusia mudah membangun tembok. Perbedaan suku, agama, generasi, pendapat, bahkan luka pribadi dapat mengubah hubungan menjadi “kami” dan “mereka.” Alkitab menunjukkan bahwa akar keterpisahan itu adalah dosa: dosa merusak hubungan manusia dengan Allah dan dengan sesamanya.
Namun Efesus 2 membawa kabar baik. Mereka yang dahulu jauh telah menjadi dekat oleh darah Kristus (ayat 13). Paulus berkata, “Dialah damai sejahtera kita” (ayat 14). Melalui salib, Kristus merubuhkan tembok pemisah dan memperdamaikan yang bermusuhan.
Tidak berantem belum tentu sudah berdamai. Pendamaian Kristus bukan sekadar berhentinya permusuhan. Salib mendamaikan manusia dengan Allah sekaligus manusia dengan sesamanya. Di dalam Kristus, “kami dan mereka” dijadikan “satu manusia baru” (ayat 15).
Kita tidak membawa damai supaya diselamatkan. Kita diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman. Tetapi karena telah didamaikan, kita dipanggil menjadi pembawa damai.
Paulus membawa gambaran itu lebih jauh. Mereka yang dahulu asing kini menjadi keluarga Allah (ayat 19), lalu bersama-sama dibangun menjadi kediaman Allah (ayat 21-22).
TEMBOK → DIROBOHKAN → KELUARGA ALLAH → KEDIAMAN ALLAH
Pendamaian bukan hanya tentang tembok yang Allah robohkan, tetapi tentang kediaman yang Allah bangun.
Karena itu, janganlah kita membangun kembali tembok yang telah Kristus robohkan—tembok sakit hati, prasangka, gengsi, atau kepahitan. Sebagai umat yang telah didamaikan, gereja dipanggil bukan hanya memberitakan pendamaian, tetapi menjadi komunitas pendamaian, tempat “kami dan mereka” sungguh menjadi “kita” di dalam Kristus.
“Karena Dialah damai sejahtera kita.” – Efesus 2:14
Oleh: Bp. Theodore S. Pribadi
Recommended Posts
“RAHMAT BAGI SEGALA YANG HIDUP”
September 12, 2026
“KETIKA KEJAHATAN MEMENUHI BUMI”
September 05, 2026
“BERSIH DAN JUJUR”
August 29, 2026

