“DARI KESURAMAN MENUJU KEPADA KEJAYAAN”

— No.: 13/03/XXVII/2026 | Minggu, 29 Maret 2026 | Bahan: Ayub 14:1 

Kalimat ini muncul dari Ayub yang sedang membela perkaranya di hadapan Tuhan. Hidup Ayub begitu menderita; kehilangan harta, kehilangan anak dan “kehilangan” istri, menderita sakit parah dan masih ditambah dengan “kehilangan” sahabat-sahabatnya. Hari-hari Ayub yang penuh dengan penderitaan itu memunculkan pertanyaan-pertanyaan besar kepada Allah. Apakah hal ini disebabkan oleh kesalahan Ayub? Atau sesuatu yang lain? Ditengah nasihat dan gencarnya tuduhan dari para sahabatnya, Ayub mengingatkan kita semua bahwa ada realitas di dunia ini, yaitu: Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan…” (Ayub 14:1).

Semua manusia yang lahir dari seorang perempuan, pasti akan mengalami kematian. Inilah realitas yang ditimbulkan dari dosa manusia. Sejak manusia pertama berdosa, manusia terpisah dengan Allah. Dosa menjauhkan manusia dari pencipta-Nya. Yang seharusnya bisa hidup selamanya, harus terpisah dan mengalami kematian. Dalam perkembangan jumlah manusia yang semakin banyak, tetapi juga dosa makin bertambah banyak, Tuhan berkata: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” Umur manusia yang sebelumnya ratusan tahun, sejak saat itu menjadi semakin singkat.

Apa yang dialami oleh Ayub setidaknya mengingatkan kita semua bahwa hidup manusia memang singkat adanya. Penderitaan yang dialami olehnya tidak mengubah keyakinannya bahwa Allah tetaplah Allah. Keadilan-Nya, kebenaran-Nya dan kasih-Nya diberikan kepada setiap manusia. Ayub boleh mengalami kesuraman dalam hidupnya tetapi ia tetap percaya bahwa orang yang percaya kepada-Nya harusnya taat kepada-Nya dalam keadaan apapun. Tuhan tidak berubah sesuai dengan keadaan yang ada dalam diri manusia.

Lebih lagi ketika menyadari bahwa kehidupan tidak berhenti pada kematian, maka kepercayaan kepada Tuhan itu begitu penting. Mengapa? Karena semua orang yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup kekal. Inilah firman Allah, firman yang kekal dan benar.

Menjelang peringatan kematian Tuhan Yesus di kayu salib dan kebangkitan-Nya, apakah kita sudah percaya kepada-Nya? Ada yang perlu kita siapkan dalam kehidupan yang tidak terbatas oleh waktu, yaitu dengan percaya kepada-Nya. Saat ini menjadi waktu yang baik bagi kita untuk menerima dan beriman di dalam-Nya, bukan hanya sekadar mengerti, memperingati dan merayakan kebangkitan-Nya, supaya kita memperoleh kejayaan-Nya. Amin.

Oleh: Pdt. Eddy SS

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *